Baso, Payakumbuh (Sumbar). -- Proyek Padat Karya yang sedang dipacu bobotnya sampai akhir bulan September ini disinyalir tidak mengacu kepada spesifikasi teknis. Dalam pantauan media ini didaerah Baso Payakumbuh terlihat asal - asalan dan tidak ditemukan konsultan pengawas. 

Hasil temuan kami dilapangan, untuk koporan pasangan batu diduga berkisar 10 sampai 15 cm saja dan lantai kerjanya sangat tipis sehingga sudah terkikis oleh air. Ini membuktikan bahwa kekuatan drainase tersebut tidak akan bertahan lama. 

Sementara, Yasrul selaku PPK pada program Padat Karya yang berlokasi di Baso ini tidak mau memberikan tanggapan atau komentar saat media ini mencoba untuk konfirmasi. 



Bahkan, Pada titik yang berbeda yang berlokasi sepanjang jalan lintas Padang - solok hal yang sama juga terjadi. Dan saat kami konfirmasikan kepada Satkernya Andi juga tidak bisa berkomentar banyak.

Pada hal, untuk tapak pasangan drainase itu sangat miris apalagi pasir yang digunakan terlihat kuning dan bersediment, apalagi untuk adukan pasir dengan semennya tidak ada takaran berapa perbandingan yang tertuang dalam kontrak. Apalagi  keselamatan kerja K3 juga memprihatinkan

Sementara, Ka Balai Jalan Wilayah Sumbar Bambang Pardede mengatakan. Kalau masalah teknis silahkan konfirmasikan kepada PPK atau KPA. Ungkapnya

Ironisnya, sampai saat ini PPK atau KPA masih Bungkam seribu bahasa. Kuat dugaan Program Padat Karya tersebut melangar spesifikasi teknis, sehingga tidak ada yang mau komentar. 


#Med